
Kampung Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Kota Batu Propinsi Jawa Timur memiliki potensi alam dan lingkungan yang eksotis yang dapat dikembangkan sebagai alternatif wisata di kota Batu selain wisata lain yang sudah berkembang di kota Batu.
Ancaman kerusakan lingkungan disekitar wilayah konservasi sangat tinggi. Menurut Goodwin (2002), penduduk lokal yang subsisten masih beraktifitas dalam kegiatan menjual kayu bakar, pencurian hasil hutan lain, dan perburuan satwa. Ancaman semakin besar pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan tanpa kemampuan berwirausaha.
Penduduk lokal dapat mengembangkan jasa-jasa lingkungan dan sosial ekonomi spesifik di wilayahnya masing-masing. Momentum tradisi, budaya dan eksotisme lingkungan lokal dapat dikemas sebagai produk wisata dan dapat dikembangkan sebagai desa wisata yang mampu menarik pengunjung dari luar wilayah. Budaya lokal tersebut (Negara, 2006) pada gilirannya akan menghasilkan insentif untuk mengkonservasi system produksi pertanian, nilai-nilai tradisi, dan budaya serta lingkungan. Hal tersebut memerlukan proses pembelajaran diiringi kemampuan berwirausaha.
Menelaah karakteristik
kewirausahaan penduduk lokal sangatlah bermanfaat untuk menghasilkan model bagi pemberdayaan
sosial ekonomi penduduk lokal dalam
ekowisata. Konsepsi pembangunan berkelanjutan perlu diimplementasikan pada tingkat kapasitas lokal.
Ekowisata merupakan salah satu pintu masuk atau sektor riil yang relevan dalam upaya
konservasi lingkungan dan
budaya lokal untuk pembentukan
desa wisata. Namun demikian, upaya pengembangan
desa wisata dengan melibatkan penduduk lokal bukan hal yang mudah. Kemampuan
kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan kata kunci bagi pemberdayaan
sosial ekonomi masyarakat agar mereka mampu mengoperasikan jasa
ekowisatadan menikmati kesejahteraan.
Studi deskriptif oleh Iwan Nugroho, 2006; Negara, 2006; Iwan Nugroho dan Negara, 2007) menunjukkan bahwa kewirausahaan dalam jasa ekowisata belum berkembang secara memuaskan. Penduduk desa Ngadas, terlibat dalam jasa pemanduan, transportasi, dan penginapan dengan kualitas layanan yang terbatas. Proses pembelajaran sangat penting agar jumlah penduduk lokal secara nyata memahami kewirausahaan ekowisata (Hannu, 2001;Juma and Timmer,2003). Cerita sukses berwirausaha pada jasa ekowisata, seperti di Tangkahan (TN Gunung Leuser, Lnagkat), desa Ceningan (Klungkung, Bali) atau Candirejo (Borobudur, Magelang), menuntut partisipasi yang tinggi dari seluruh faktor atau stakeholder dan telah berhasil menarik wisatawan untuk merealisasikan kesejahteraan penduduk lokal (iwan Nugroo, 2007). Dengan demikian, usaha pengembangan desa wisata melalui ekowisata dapat dimaknai serupa seperti halnya usaha tani yang dapat memberi pekerjaan dan penghidupan, serta menghasilkan pendapatan dan kesejahteraan. Pengalaman empirik tersebut perlu ditelaah lebih mendalam agar dapat diidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan dan diaplikasikan ke tujuan desa wisata maupun ekowisata lainnya.
Konsep pemberdayaan sosial ekonomi desa ekonomi desa wisata lahir dari tantangan mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan dilandasi dengan tata nilai masyarakat. Secara umum, karakteristik kewirausahaan ditentukan oleh faktor-faktor individu, masyarakat dan pemerintah (Juma and Timmer, 2003; Centre for Rural Entrepreneurship atau CRE, 2003; Suryana, 2004; Burnet, 2000). Faktor sosial ini menjadi komponen penting pemberdayaan sosial ekonomi desa wisata. Menurut Juma and Timmer (2003), pembelajaran sosial (sosial learning) menjadi bagian penting dimana individu-individu memahami jiwa-jiwa kewirausahaan dalam pemberdayaan sosial ekonomi desa wisata. Melalui proses pembelajaran partisipatif tersebut terukur dukungan masyarakat terhadap berkembangnya pebisnis baru, dan mengajak bangkit kembali pebisnis yang kurang beruntung.

Faktor pemerintah dalam mendukung kewirausahaan meliputi bantuan teknis dan permodalan, insentif masuk pasar, pendidikan kewirausahaan, mempermudah akses ke pasar, parsitipasi pemuda dan wanita (Burnet, 2000), serta kebijakan fiskal yang penuh insentif, tersedianya infranstruktur, struktur pasar tanpa praktek olipogoli/monopoli, berkembangnya organisasi bisnis, dan iklim politik yang demokratis (Blair, 1991).
Perilaku berwirausaha yang merupakan salah satu syarat untuk pemberdayaan sosial ekonomi desa wisata, menurut Suryana (2004) dipengaruhi oleh dua komponen, yakni pola tanggapan dan peluang. Keduanya adalah sebagian unsure lingkunagn yang mempengaruhi sikap dan menghasilkan keluaran perilaku entrepreneur (Pranowo, 2005). Pola tanggapan terdiri dari karakteristik perorangan dan kelompok yang sudah diuraikan sebagai faktor individu dan sosial. Sementara pola peluang pada dasarnya adalah faktor pemerintah.
Hasil usaha dari perilaku wirausaha dalam pemberdayaan sosial ekonomi desa wisata mengalir kepada seluruh stakeholder ekowisata. Entrepreneur dan perusahaan memperoleh profit dan manfaat corporate. Penduduk lokal memperoleh kesejahteraan, kesempatan kerja dan harga diri. Sementara pemerintah memperoleh manfaat makro ekonomi, kunjungan turis, atau manfaat ekologi.
Entrepeneur jasa ekowisata yang merupakan pemberdayaan sosial ekonomi desa wisata perlu dibekali serangkaian pelatihan agar menguasai sedikitnya pengertian, aspek-aspek teknis, hingga pasar ekowisata. Intensitas oleh penduduk lokal menuntut kesabaran yang tinggi. Pengalaman Rusia membutuhkan empat sampai tujuh tahun hingga penduduk lokal mendapatkan perbaikan kualitas hidup yang selayaknya (Hanu, 2001).
Berangkat dari persoalan di atas maka perlunya Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Mayarakat Untuk Pengembangan Desa Wisata Dusun Kungkuk Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah sebagai upaya untuk pengurangan kemiskinan mulai saat ini dilakukan secara komprehensif dan terfokus guna mengatasi bertambahnya jumlah penduduk miskin dan pengganguran dan terbatasnya lapangan kerja.
Dalam rangka memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tersebut maka kami rancang program ini dimaksudkan untuk memperkuat dukungan pada program-program regular penanganan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja dengan pendekatan penguatan ekonomi di wilayah perdesaan serta penanganan masalah sosial. Program ini dilakukan dengan pendekatan penguatan ekonomi lokal di wilayah perdesaan dengan melibatkan masyarakat sehingga program ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi dan sosial melalui penguatan sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya lokal. Namun yang paling penting dari program ini adalah dukungan penuh masyarakat untuk menjadi masyarakat yang berubah dan diperlukan semua pihak dalam mebrikan pengertian dan sosialisasi pada masyarakat setempat pentingnya perubahan paradigm dalam membangun kampung wisata.
Tujuan
- Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Propinsi Jawa Timur melalui program kampung wisata berdasarkan potensi intern dan ektern yang bersinergi dengan dusun tersebut sehingga masyarakat memiliki daya saing dan kemandirian dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis masyarakat.
- Menerapkan metode pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui teori ekonomi rakyat investasi masyarakat. (ERIM).
- Menerapkan metode perencanaan (master plan) yang memadukan antara potensi wilayah dengan obyek usaha.
Sasaran
Sasaran program yang direncanakan adalah untuk pemberdayaan kampung wisata pada kelompok Usaha Kampung Wisata dengan meletakan sasaran pada:
- Pemberdayaan alam dan lingkungan sehingga tercipta obyek wisata ramah lingkungan yang terpadu pada lingkungannya yang akan memberikan kesempatan pekerjaan bagi penduduk setempat dan hasil guna yang optimal.
- Pemberdayaan hasil usaha tani yang akan memberikan nilai tambah dan citra khas produk penduduk setempat.
- Pengembangan jenis usaha yang memberikan artelnatif cabang usaha menjadi dua atau lebih pilihan dari satu jenis usaha sebelumnya yang berbasis pada proses produksi dan kualitas produk.
- Pengembangan seni dan budaya dan sentra kerajinan dan seni yang akan menjadikan perilaku kebiasaan sehari-hari masyarakat setempat sebagai kampung wisata yang ramah pada tamu, bersih sehat rumah dan lingkungannya, rajin dan produktif dalam membangun keanekaragaman usahanya
- Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebagai kampung wisata dari berbagai aspek kebutuhan yang diperlukan diantaranya pada bidang teknologi, managemen usaha dan marketing, seni dan budaya dll.
Yang dimaksud dengan potensi adalah semua dukungan yang dimungkinkan dapat mendukung terwujudnya kampung wisata. Potensi dapat diperoleh dari potensi alam dan lingkungan, potensi seni dan budaya, potensi dukungan masyarakat dan pemerintah yang bertekad mewujudkan kampung wisata dan utamanya potensi peningkatan ekonomi masyarakat yang akan membawa masyarakat yang berdaya dan mandiri membangun wilayahnya.
Pesona Alam dan lingkungan
Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Propinsi Jawa Timur merupakan sebuah dusun yang berada di lokasi wisata
kota batu yang bertetangga dengan
taman wisata selectayang sudah terkenal di wisata Jawa Timur. Dusun ini berada diperbukitan dengan jumlah penduduk sekitar 49 Kepala Keluarga dengan pekerjaan rata-rata sebagai petani.
Wilayah ini seperti daerah disekitar lainya berada diperbukitan dengan pemandangan pesona matahari terbit dari ufuk timur dan juga dapat menikmati pesona matahari terbenam di ufuk barat yang erotis. Begitupun cuaca yang terkadang diselimuti kabut tebal akan menambah kuatnya suasana dingin yang pesoana ini memikat dan menggoda para pemandu kenyaman dan keindahan untuk beristirahat dan menikmati panoramanya. Sehingga rumah istirahat, rumah hunian, resort, cottage, restoran dan bahkan hotelpun diperlukan. Untuk mempesona wilayah menarik juga dijadikan batas wilayah dusun dengan benteng dusun yang multi fungsi baik sebagai tembok penahan lereng gunung juga sebagai olah raga dan wisata keliling kampung.

Wilayah ini memiliki suhu yang dingin sehingga berbagai jenis tanaman hias bersuhu dingin dapat berkembang subur dengan warna warni yang menghiasi udara sejuk, sehingga mengundang para pencinta parfum untuk menjadikan proses pembuatan parfum dan menikmati harumnya aroma bunga.
Begitupun para petani yang sudah turun menurun bertani apel, jeruk, sayur, tomat wortel, dll juga tumbuh sesuai dengan suhunya yang sejuk menggemaskan rasa ingin memetiknya dan membawanya sebagai buah tangan dan menjadi pandangan yang elok bagi para tamu untuk berkebun bersama dengan keluarga.
Hasil tani yang melimpah menantang para teknokrat untuk menetaskan teknologinya mengubah hasil tani menjadi hasil olahan yang khas dan berkualitas sebagai buah tangan dusun kungkuk yang juga merupakan hasil produk sebagai peningkatan ekonomi masyarakat. begitupun hasil sayuran yang anti pestisida sangat mungkin dikembangkan didusun ini.
Suara burung, ayam, kambing, sapi dan kelinci diperbukitan ini menambah khasnya sebuah kampung. yang akan memancing para penggemar ternak untuk mengajak bersama merasakan secara langsung bagaimana memelihara ternak, pengandangan dan melihat bagaimana sebuah produk ternak diproses.
Pohon pinus yang berjajar seakan membatasi wilayah kampung dengan hutan liar perbukitan yang perawan yang dilengkapi lereng yang tajam mengoda para pengagum out bond, perkemahan, flying fox, kursi gantung, olah raga gunung, sepeda gunung, mobil gunung dan lain sejenisnya.
Suara ngarai gemercik yang membangunkan para penghuhi sungai mengalir membawa sejuknya air pengunungan melewati kampung menambah gairah para penggemar rafting.
Sumber air yang keluar dari rimbunya kedalaman hutan mengalir sepertinya tanpa batas untuk menghidupi kehidupan masyarakat. juga dapat dimanfaatkan untuk sistem air siap minum, olah raga air atau permainan air.
Hal ini menunjukkan betapa lengkapnya karunia Tuhan pada kampung ini, maka dengan rasa syukur pada Tuhannya dan dengan sentuhan kemurnian keikhlasan para penduduk dan pendukung pemberdayaan masyarakat melalui potensi alam dan lingkungan yang mempesona ini dimungkinkan dusun ini dikembangkan menjadi kampung wisata yang juga merupakan alternative pengembangan wisata baru dikota Batu.
Seni dan Budaya
Seni dan
budaya adalah kegiatan yang tidak pernah terpisahkan dengan aktifitas dusun ini, kegiatan
kerajinan batik,
tari tadisional, nyanyian masyarakat sering berkumandang. aneka masakan yang bernuansa dingin,
cindramataadalah kegiatan sehari-hari para penduduk untuk pemanfaatkan waktu selain bertani. Kegiatan ini memungkinkan untuk dijadikan produk sebagai daya tarik para wisatawan.
Kerukunan dan sikap gotong royong masyarakat yang siap membantu satu sama lainya yang tersebar diwilayah ini menjadikan kekuatan modal utama untuk membangun sistem ekonomi rakyat investasi masarakat. Sistem ini yang akan menjadi kekuatan yang terpenting untuk memulai masyarakat berdaya.
Pusat jajanan, pusat oleh- oleh pusat cindramata menjadi pilihan pengrajin untuk berkarya di kampung wisata ini.
Pusat seni dan budaya juga menjadi pilihan masyarakat untuk melestarikan budaya bangsa yang agung ini.
Untuk membangun masyarakat kampung wisata ini permasalahan utama adalah bagaimana membuat atau menyusun induk pengembangan kampung wisata sebagai dasar pengembangan atau business plan yang berjalan. Membangun daya masyarakat ini tidak terlepas dari sistem yang dikembangkan dalam membangun kampung wisata. System tersebut adalah Ekonomi Rakyat metode Investasi Masyarakat (ER-IM jojon 2009).
Permasalahan dari kemampuan kampung wisata adalah bagaimana merumuskan contoh aplikatif dalam pemberdayaan sumber daya setempat melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka menjadi kampung wisata pada umumnya dan melaui program teknologi kreatif secara khusus untuk mengolah dan menumbuh kembangkan usaha. Sasaran program umum yang akan dikembangkan meliputi :
- Program Induk Pengembangan Kampung Wisata (Master Plan)
Program ini menjamin pembangunan dan perkembangan yang sistematis dan berkelanjutan. Program ini dibuat oleh perencana yang berbasis pengembangan kota dengan tetap mempertimbangkan budaya/kultur, sosial, nilai ekonomi dan teknologi.
- Program pemberdayaan alam dan lingkungan
Sehingga tercipta obyek wisata ramah lingkungan yang terpadu pada lingkungannya yang akan memberikan kesempatan pekerjaan bagi penduduk setempat dan hasil guna yang optimal. Program program ini antara lain:
- Program Wisata Hunian Desa Kungkuk
Wisata hunian cottage, vila dan resort memanfaatkan kondisi rumah penduduk yang ada sekarang ini sebagian dijadikan hunian untuk tamu wisata tanpa evakuasi penghuninya, namun dijadikan satu paket hunian. Rumah tersebut direnovasi menjadi kualitas hunian berkelas dengan tetap memperhatikan budaya dan norma yang berlaku, serta privasi tamu wisata.
- Program Hotel Wisata desa Kungkuk
Dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif ataupun lahan yang stategis sesuai dengan masterplan dibangun menjadi Hotel Wisata Desa Kungkuk sehingga tamu yang berkunjung ke desa kungkuk tidak perlu mencari penginapan diluar wilayah untuk menginap. Hotel desa Kungkuk terdapat juga fasilitas untuk pertemuan dan rapat dari instansi atau perusahaan.
- Program Wisata Jogging Sport at Great Wall Kampung Wisata Kungkuk
Wisata Jogging Sport memanfaatkan keindahan alam pegunungan yang berbukit- bukit serta udara yang sejuk dan dingin sebagai Wisata Jogging Sport untuk menikmati dengan melihat, berjalan, menghirup udara segar melewati tanah, jalan setapak, mendaki dan menuruni bukit, sungai. Oleh sebab itu dibutuhkan jalan atau track untuk kegiatan tersebut. Track atau jalan dikombinasikan sebagai batas wilayah dan juga sebagai dinding penahan bukit dari erosi yaitu Great Wall desa Kungkuk.
Selain itu dibangun menara – menara suar diatas bukit yang dijadikan untuk melihat pemandangan alam sekitar.
- Wisata Adventure Hikingcross, Motocross, Offroad Desa Kungkuk
Wisata Adventure Hikingcross, Motocross, Offroad memanfaatkan kondisi alam yang berbukit menanjak dan menurun yang tidak beraturan serta jalan tanah dan batu yang masih belum diaspal menjadi pesona tersendiri sebagai objek wisata. Pengunjung dan tamu bisa melintasi alam menggunakan sepeda gunung, motor serta mobil.
- Wisata Outbond Desa Kungkuk
Wisata Outbond memanfaatkan hutan pinus yang alami di perbukitan bisa dijadikan tempat untuk mengenal lingkungan dengan permainan berkelompok. Permainan tersebut antara lain flying fox, rafting yang menguji kekompakan kelompok dan menaikkan adrenalin para pesertanya. Serta Outbond training dan camping menambah keakraban dan kerukunan antar peserta. Wisatawan sebagai peserta berasal dari instansi pemerintah, swasta, masyarakat serta sekolah – sekolah. Wisatawan disuguhkan permainan yang mendidik dan berwawasan.
- Air Minum Alami dari sumber mata air desa Kungkuk
Untuk kebutuhan air minum masyarakat diperoleh dari air PDAM yang disalurkan melalui pipa ke rumah penduduk. Air tersebut tidak bisa langsung diminum karena masih harus dimasak terlebih dahulu. Selain itu untuk memperoleh kebutuhan air minum, masyarakat membeli air minum kemasan yang diproduksi oleh industri air minum.
Adanya program ini nantinya memanfaatkan air dari sumber mata air bisa dijadikan sumber air minum yang sehat, alami. Sehingga bisa menghemat energi tidak perlu memasak serta lebih ekonomis karena tidak membeli. Air minum ini nantinya disalurkan melalui pipa ke rumah penduduk dan disediakan juga di fasilitas – fasilitas umum.
- Wisata Pemandian
Wisata pemandian memanfaatkan sumber mata air yang terbuang langsung maka dibendung atau ditampung sementara sehingga debit air tersebut dapat dikontrol. Bendungan atau penampungan tersebut bisa dijadikan kolam renang bertaraf internasional sehingga bisa dimanfaatkan untuk berlatih dan bisa menciptakan atlet – atlet nasional dan internasional.
Wisata pemandian ini berbeda dengan kolam renang lainnya karena airnya berasal dari sumber mata air alami siklus terbuka tanpa proses kimiawi sehingga lebih segar dan sehat.
- Pemberdayaan hasil usaha tani
Yang akan memberikan nilai tambah dan citra khas produk penduduk setempat dan Pengembangan jenis usaha yang memberikan alternatif cabang usaha menjadi dua atau lebih pilihan dari satu jenis usaha sebelumnya yang berbasis pada proses produksi dan kualitas produk.
Hasil usaha tani sayur, buah dan bunga dari masyarakat langsung dijual menjadi bahan baku mentah yang murni. Namun Pemberdayaan dengan menggabungkan dengan teknologi terapan sehingga didapatkan hasil yang lebih optimal dan nilai harga jualnya menjadi lebih tinggi daripada sebelum diolah.
- Program Pengolahan hasil Pertanian sayur dan buah untuk minuman, selai, saos, keripik dll
Program ini yaitu dengan mengolah bahan baku mentah seperti jeruk, stroberi, apel, jambu, wortel, tomat yang semula oleh masyarakat semula dijual langsung. Maka untuk meningkatkan nilai harga jual barang tersebut dijadikan produk minuman dan selai. Untuk prosesnya dibutuhkan teknologi terapan yaitu mesin pengolahan hasil pertanian untuk minuman dan selai, saos tomat, sambal tomat.
- Program Pengolahan Hasil Perternakan untuk susu, yougurt, keju, bakso, sosis, burger.
Program ini mengolah hasil peternakan sapi menjadi produksi siap pemasaran sehingga bisa menambah nilai jual hasil peternakan
- Program Pengolahan Hasil Perkebunan Bunga Untuk Parfum
Banyaknya bunga yang tumbuh di desa kungkuk beraroma wangi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai parfum alami dengan proses yang modern. Sehingga parfum bunga bisa menjadi produk unggulan desa Kungkuk
- Pengembangan seni dan budaya dan sentra kerajinan
Dan seni yang akan menjadikan perilaku kebiasaan sehari-hari masyarakat setempat sebagai kampung wisata yang ramah pada tamu, bersih sehat rumah dan lingkungannya, rajin dan produktif dalam membangun keanekaragaman usahanya.
Sebagai kampung wisata yang akan didatangi oleh para wisatawan dari berbagai daerah sehingga perlunya masyarakat desa memberikan pelayanan yang baik dan prima supaya wisatawan menjadi terkesan. Oleh sebab itu ciri khas penduduk harus tetap dipertahankan dan perlu ditingkatkan
Membangun sikap budaya masyarakat baru sebagai pelayan tamu wisata yang bebasis kultur dan budaya yang layak dan mendukung kampung wisata yang dapat melahirkan sikap, sifat,etika, kreasi pada seni dan budaya.
Program pengembangan ini antara lain:
- Program sentra usaha dan bisnis
Desa kungkuk sebagai pusat perdagangan yang menampung semua hasil produksi dari masyarakat.
- Program sentra seni dan budaya
Para wisatawan disuguhkan karakter, seni dan budaya khas desa yang dikemas dalam pertunjukan seni.
- Program Wisata Kuliner Desa Kungkuk
Wisata Kuliner desa Kungkuk dibangun untuk memenuhi citarasa pengunjung dan tamu makanan dan masakan khas desa Kungkuk. Wisata kuliner desa Kungkuk mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain karena bahan baku sayur, bumbu yang segar dikarenakan di kawasan desa kungkuk penghasil sayur mayur dan bumbu
- Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebagai kampung wisata
Dari berbagai aspek kebutuhan yang diperlukan diantaranya pada bidang teknologi, managemen usaha dan marketing, seni dan budaya dll:
Masyarakat kampung wisata harus mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup sehingga diperlukan pendidikan yang lebih tinggi . Pendidikan tersebut bisa diperoleh formal maupun nonformal.
Sistem pengelolaan kampung wisata pada kelompok ini menggunakan system Ekonomi Rakyat Investasi Masyarakat (ERIM) yaitu pengelolaan dengan memperdayakan segala sumber daya dan upaya pada kelompok usaha tertentu dari dan untuk kepentinggan pergerakan ekonomi rakyat dengan model investasi yang dapat mengelola dan menentukan sendiri baik jenis usaha, bentuk usaha maupun hasil usaha.
Yang dimaksud dengan kelompok usaha yaitu suatu kumpulan masyarakat baik dari lingkungan dalam maupun lingkungan luar yang bergabung dalam suatu kelompok usaha untuk berinvestasi dalam mengembangkan dan membangun kampung wisata tersebut.
Jenis jenis investasi yang dikembangkan diawali dengan pengembangan potensi wilayah atas dasar kemampuan pengelolaan keuangan sendiri, kemampuan pemerintah dan kemampuan investor yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok usaha dengan pengelolaan keuangan mandiri.
Bentuk investasi yang dapat dikelola adalah segala sumber daya yang ada pada jangkauan kelompok usuha tersebut berbentuk harta benda, tenaga dan keahlian yang dikonversikan pada nilai uang sebagai modal usaha.
Modal usaha sebagai investasi masyarakat dapat diperoleh dari anggota kelompok usaha, pemerintah atau investor, dan untuk menjamin keutamaaan sistem ekonomi rakyat maka dilakukan pembatasan nilai modal usaha yang diperoleh dari pemerintah dan investor. Dan ketentuan ini tertuang dalam panduan investasi kelompok pengelola kampung wisata dusun kungkuk.
Keanggotaan kelompok pengelola kampung wisata dusun kungkuk terdiri anggota masyarakat setempat yang dengan sadar tanpa paksaaan bergabung dalam kelompok ini dan masyarakat dari luar kampung yang dengan sadar bergabung dalam rangka pemberdayaan ekonomi yang diatur hak dan kewajibannya dalam ADRT.
Hasil usaha dari investasi masyarakat ini diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan anggota kelompok pengelola kampung wistaa dusun kungkuk dalam hal
- Nilai dasar
Nilai dasar yang dimaksud adalah kebutuhan akan kesehatan dan pendidikan bagi anggota kelompok. Setiap anggota kelompok dan keluarganya mendapatkan kesempatan untuk menjadi sehat dan maju pengetahuannya, sehingga hasil usaha akan memenuhi terlebih dahulu kebutuhan dasar ini sebagai dasar sistem. Pada hakekatnya untuk mencapai kepentingan ini tidak selalu bergantung pada keuangan yang ada, namun menggunakan potensi dari sumber yang ada yang dapat dilakukan secara kelompok pada sistem ini.
- Nilai Ekonomi
Nilai ekonomi yang dimaksud adalah nilai produktifitas upaya perorangan anggota kelompok yang dapat dipakai sebagai nilai modal berlanjut. Setiap anggota kelompok memiliki kesempatan mendapatkan nilai produktif seluas luasnya dari modal yang di investasikan, tidak ada pembatasan berekonomi. Ketentuan ini disesuaikan dengan pedoman investasi yang telah ditetapkan dalam system ini.
- Nilai hidup
Nilai hidup yang dimaksud adalah suatu nilai yang dapat memberikan kebahagian pada kelompok dan memberikan mamfaat pada yang lainnya.