Beranda Aktivitas Olahraga SDN Punten 01 Batu, Juara 2 Nasional Manajemen Club Olahraga Usia Dini
SDN Punten 01 Batu, Juara 2 Nasional Manajemen Club Olahraga Usia Dini

SDN Punten 01 Batu, Juara 2 Nasional Manajemen Club Olahraga Usia Dini

sdn punten 01 batu juara 2 nasional manajemen club olahraga usia dini

Tak seketika mengejutkan jiwa para stake holder dan masyarakat Kota Batu, lantaran mampu menggaet juara 2 nasional dalam Manajemen Club Olahraga Usia Dini. SDN Punten 01 Batu Jatim sangat membanggakan, hingga tak sedang melenggang dalam keindahan angan, namun tetap berkutat dalam ketekunan, smart dan skill manajemen Kepala Sekolahnya untuk meramu berbagai kebijakan dan mengaplikasikan ke titik-titik kreativitas siswa dan gurunya serta digulirkan ke sekolah imbasnya. “Pengelolaan berbasis koordinasi dan aplikasi yang berkesinambungan merupakan dasar dari keberhasilan manajemen club olahraga usia dini di SDN Punten 01 sebagai sekolah induk dan beberapa sekolah imbasnya,” tutur Dra. Prihastutik M.Pd, Kepala SDN Punten 01 Batu.
Olah Raga Usia Dini adalah kategori kegiatan olahraga tingkat dasar yang berada di SD. Dan Manajemen Club Olahraga Usia Dini bertujuan untuk menjaring bakat dan minat anak sejak dini –usia SD- di bidang olahraga. Sehingga, pada tingkat lanjutan sudah terklasifikasi dalam spesifikasi keahliannya, serta ini akan memudahkan pembinaan bakat dan minat olahraga tersebut menuju prestasi lebih baik.
Gapaian prestasi luar biasa sebagai juara 2 nasional pada akhir 2011 ini tidak menjadi monopoli satu sekolah saja namun kerjasama erat keenam sekolah dalam satu gugus. Hanya saja sekolah induk sebagai komandannya yang kemudian untuk menyusun strategi kebijakan serta mempresentasikannya dalam forum kompetisi penilaian. Di sinilah peran sang kasek SD Pembina itu menjadi pusat peneloran kebijakan dan basis aplikasinya yang kemudian dilaksanakan di setiap sekolah imbasnya.
Secara rinci kategori penilaian dalam kompetisi Manajemen Olahraga Club Usia Dini meliputi bidang manajemen yang direalisasikan dalam hasil prestasi yang pernah dan sedang diraih, bidang organisasi dalam pengaturan jadwal pelatihan maupun pengaturan anggaran dan sebagainya, kemudian penilaian tentang program kerja atau pelatihan yang dilakukan secara spesifikasi dan berkesinambungan. Sedangkan indikatornya adalah  Perencanaan, Evaluasi, Biaya dan Tindakan Lanjutan.
Tahap awalnya, menurut Tutik, sebagai satu komponen dalam satu gugus yang terdiri 6 sekolah yaitu SDN Punten 01, SDN Punten 02, SDN Gunungsari 01, SDN Gunungsari 02, SDN Gunungsari 03 dan SDN Gunungsari 04, menjalankan fungsinya masing-masing untuk pembelajaran, khususnya di bidang olahraga. Lantas dalam koordinasi berkesinambungan, saling mengklasifikasikan kelebihan masing-masing dan dikomandani koordinatornya, sekolah induk SDN Punten 01, merapkan kebijakan separasi keahlian berdasarkan prestasi paling menonjol dari masing-masing sekolah dalam satu gugus tersebut.
Strategi Manajemen

Berangkat dari itu, Tutik menyusun strategi manajemen program olahraga yang kemudian digulirkan ke masing-masing sekolah dalam satu gugus. Sehingga, setiap sekolah mempunyai binaan olahraga yang paling menonjol dan dijadikan pusat pelatihan olahraga binaan tersebut. Misalnya, SDN Punten 01 menjadi pusat latihan dan pembina olahraga Bulutangkis, Tenes Meja, Catur, Basket, Tenes Lapangan, lalu SDN Punten 02 sebagai pusat pembinaan Senam dan Renang, SDN Gunungsari 01 menjadi pusat latihan Bola Voli Mini, SDN Gunungsari 02 untuk Oleh Raga Sepak Bola, SDN Gunungsari 03 tempat pusat berlatih Sepak Takraw, serta SDN Gunungsari 04  yang berprestasi di bidang atletik hingga tingkat nasional maka dijadikan basis latihan atletik. Terdapat 13 cabang Olahraga yang dibina dalam satu gugus tersebut yaitu Catur, tenes meja, bulutangkis, basket, senam, renang, Bola Voli Mini, Sepak Takraw, Atletik, Sepak Bola, Pencak Silat, Karate dan Tenes Lapangan, “Untuk Karate dan tenes lapangan ini masih taraf rintisan namun sudah dujalankan, seperti Tenes Lapangan yang menggunakan Lapangan Tenes di Purnama Hotel depan sekolah,” kata Tutik.

olahraga2

Masing-masing keahlian atau skill dan spesifikasi Olahraga keenam SD itu tak hanya diperuntukkan bagi siswa SD tersebut namun untuk setiap siswa yang mengikuti cabang olahraga yang dipilihnya dari semua sekolah dalam satu gugus. Kemudian diadakan penyaringan anak-anak berprestasi untuk mengikuti kegiatan lomba dalam satu gugus, antar gugus maupun tingkat Kota Batu dan Provinsi Jatim. “Sistem manajemen secara simultan inilah yang menjadi indikator penilaian dalam Lomba Manajemen Club Olahraga Usia Dini di tingkat provinsi dan nasional tersebut. Disinilah dibutuhkan sebuah pemikiran Smart dan inovatif,” kata Tutik mengaku keberhasilannya di tingkat Batu membawanya dalam Kompetisi di tingkat provinsi, serta keberhasilan meraih peringkat pertama Jatim membawanya ke lomba tingkat nasional dan menang di peringkat dua.
Sejauh batas kreativitas yang tak kunjung henti dan berpikir
smart, juga dimanifestasikan dalam berbagai kelompok siswa yang mampu berprestasi di bidangnya. Mulai proses awal hingga berujung ke predikat jawara menjadi pemicu utama bagi para siswa lain dalam satu gugus untuk menekuni olah raga tersebut. Strategi berimbas inilah yang berkelebihan dari puluhan sekolah lain yang berkompetisi di Jawa Timur pada bulan pertengahan 2011. “Padahal kompetitornya adalah sekolah internasional dari Surabaya, Tuban dan Jember juga merupakan sekolah yang mampu mewakili ke tingkat nasional pada tahun sebelumnya dalam kompetisi-kompetisi sekolah bermutu,” aku Tutik yang pernah meraih guru prestasi tingkat nasional pada 2007. Namun penerapan kebijakan pengimbasan inilah yang menonjol dalam indikator penilaian lomba.

sdn punten 01 batu juara 2 nasional manajemen club olahraga usia dinisdn punten 01 batu juara 2 nasional manajemen club olahraga usia dini

Pada bulan november 2011, Prihastutik mempresentasikan hasil karya manajemen Club Olahraga Usia Dini di Kemendiknas, didampingi guru olahraga SDN Punten 01 sebagai sekretaris gugusnya. Tapi sebelumnya, telah diverivikasi oleh tim pusat pada bulan sebelumnya, oktober 2011. Di Jakarta, SDN Punten 01 Batu yang mewakili Jawa Timur mampu mengalahkan puluhan peserta dari berbagai provinsi seluruh Indonesia. Maka sukseslah di urutan ke-2.
Sekali lagi, prestasi SDN Punten 01 Batu itu mampu mengharumkan Kota Wisata Batu sekaligus kompetensi Provinsi Jawa Timur di Tingkat Nasional dalam bidang Manajemen Club olahraga Usia Dini. Dan sebelum saat itu pulalah, salah satu sekolah dasar favorit di Batu ini menja di sekolah tujuan dari luar daerah untuk studi banding. Bahkan, hampir setiap 3 bulan, sekolah yang sering memperoleh juara tingkat provinsi dalam berbagai bidang lomba ini dikunjungi para tamu pejabat-pejabat penting dari pusat, maupun dari provinsi dan luar provinsi. Tentu, selalu Berjayalah dan Bermutu SDN Punten 01 Batu.

Tagsdn punten 1, kota batu, manajemen club olahraga, usia dini, gugus sekolah, olahraga

Tambah Komentar

  • Kode Keamanan
    Refresh

  •    
Pemkot BatuKota Wisata BatuVisit Indonesia

Menuju Kota Batu sebagai sentra wisata di Jawa Timur tahun 2012