
Sedangkan pada 2010, dalam Popda 26-30 Juni di Nganjuk Yofin memperoleh medali emas cabang kumite 50 kg dan berhak mewakili Jatim ke Popnas di Palembang. Masih di tahun yang sama bulan September, di Pulau Dewata cewek berpostur tinggi berat 158cm – 40kg ini menggondol medali emas di cabang kumite 50 kg dalam kejuaraan karate terbuka se Jawa Bali. Yang mutakhir, pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) se Jatim di Surabaya 15 Mei 2011 Dia menjulang di urutan 1 dengan medali emas di klas komite SMP Putri dan berhak mewakili Jatim ke tingkat nasional.
Bukan hanya itu, putri bungsu dari 2 bersaudara buah pasangan Eko Sugianto – Sri Suyanti ini jago karate disamping karena tekun dan rajin berlatih, juga karena bakat yang mengalir dari orang tuanya yang pernah jadi jawara olahraga. Terutama sang mama, ketika di SMP – SMA pernah 3 kali juara lari marathon dan lari cepat di Kota Malang. Bahkan, hampir dalam setiap kejuaraan lari di sekolahnya, Yanti selalu juara. Kakeknya dari sang mama, juga bergelut di olahraga badminton dan lari. Sehingga talenta itu menitis ke relung jiwa raga Yofin. Bahkan sang kakek juga setia menemani kemana saja saat Yofin berkompetisi. Maka itu, pelahap nasi goreng dan ayam kecap ini melaju pesat. Berkreasi dan berimajinasi. “Gampang kerasan dan cepat adaptasi dengan lingkungan dimana dia tinggal,” tukas Yanti yang mempercayai Yofin untuk tinggal di asrama KONI Batu karena setiap hari dia bersekolah di SMPN 1 Batu. Yofin terus percaya diri akan potensinya dan bersikukuh untuk merajut prestasi meski sekarang masih kelas di kelas olahraga SMP Favorit itu. Dua kali seminggu di sore hari, adik Yoga Setya Prayoga ini latihan karate di Arhanud Pendem Batu. Mengaji setiap sore, lalu badminton dan renang juga digeluti sebagai pelengkap aktivitas olahraga gedebag-gedebug itu.
Tidak suka baca puisi atau berpidato, Yofin berwatak keras, tegas namun lugas dan penuh solidaritas. Karena Yofin suka membantu teman-temannya yang ketika bermasalah, baginya hidup harus saling menghormati dan melengkapi. Apalagi menyangkut harga diri, harus jadi prinsip hidup dalam membangun karakter pribadi, keluarga dan kehidupan sosial. Dan karenanya, semua orang di sekelilingnya sayang padanya. Tentu tak heran, sifat pribadinya begitu, menyeruak kedalam jiwa dan otaknya yang berisi. Terbukti, sejak kelas 1 SD Yofin selalu masuk rangking 5 besar, malahan pada juni 2008 dia menduduki peringkat 3 siswi berprestasi tingkat SD/MI se Kota Malang. Lantas April 2008, gadis yang getol jalan-jalan, mendengarkan lagu dan menjadi juara itu menggelundung sebagai juara 3 cabang atletik lari 200m putri dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD/MI se Kota Malang. Yang cukup membanggakan juga, pada 12 april 2008, Yofin menapaki juara 1 matpel IPA dalam Olimpiade MIPA se Kota Malang.
Tidak akan terlupa baginya, saat mengikuti 5 kejuaraan berturut-turut karate open tornament se Malang dan se provinsi pada tahun 2009, Yofin mampu menggapai 4 kali juara dan 1 kali kalah. Namun, cewek penggemar berat artis Mitha Virgin itu tak terlalu bangga diri dan tak takabur. Yofin ingin menabur benih potensi yang bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan semua teman-temannya. Berbintang Taurus, kelahiran Malang 4 mei 1998, gadis tomboy ini bercita-cita menjadi atlit nasional karate dan TNI. Yofin walau tinggal di asrama, setiap minggu pulang ke rumahnya di jalan raya Tlogomas gang 10 nomor 14 Malang. Dia mengaku suka es degan dan es jeruk saat haus dalam latihan karate maupun olahraga lainnya. Sang mama, selalu mendampingi ketika dia belajar walau kadang geregetan karena Yofin sering ngadat untuk belajar.
Yofin menekuni Karate sejak kelas 4 SD, dan berkembang pesat ketika ditangani sang pelatih professional dari Malang, sinpei Jessy. Merenggut sabuk biru, dia sekarang sering tak perduli aktivitas main-main tak menentu, karena memang itu tak perlu. Baginya, semua aktivitas diupayakan menohok jiwa raganya agar termotivasi karena dalam hidup ini akan lebih berarti bila kita mampu menorehkan prestasi. Sukses selalu ya Yofin.



