
Kota Wisata Batu memperoleh predikat sebagai stand penyaji terbaik ketiga dalam Festival Makanan Khas Jawa timur 2011 di Surabaya beberapa waktu lalu. Menu Nasi Bakar Empok Ikan Tengiri adalah produk andalan makanan khasnya. Festival makanan khas Jatim 2011 ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jatim. Diikuti oleh 38 daerah Kabupaten Kota se Jawa Timur. Babak penyisian dilakasanakan pada awal mei di masing-masing daerah Bakorwil, khusus Bakorwil III Malang diadakan di Hotel Agro Wisata Kota Wisata batu. Sedangkan, 10 peserta berhasil masuk grand final di Hotel Singgasana Surabaya pada 17 juni 2011.
“Makanan khas merupakan produk wisata kuliner dari setiap daerah yang harus kita kembangkan sebagai andalan wisata di daerah. Namun agar lebih berkembang dan menarik lagi, makanan itu harus punya nilai tambah seperti dengan inovasi bahan maupun wadahnya dalam penyajian,” kata Drs. Rasiyo Msi, Sekretaris Daerah Pemprov Jatim. Dia mencontohkan, penonjolan nasi tiwul sebagai pengganti beras, namun cara memasak dan penyajiannya dibuat lebih kreatif dan menarik untuk dinikmati para wisatawan. Sehingga, bahan apapun masakan itu bisa tersaji dalam menu khas yang lebih inovatif dan menarik untuk setiap wisatawan dan itulah dinamakan produk wisata kuliner. Oleh karena itu, tandas rasiyo dalam pidato pembukaan grand final, untuk mengembangkan setiap daerah sebagai tujuan wisata khususnya di Jawa Timur, maka aspek makanan khas sebagai wisata kuliner harus menjadi satu kesatuan dalam pengembangan produk wisata daerah.
Babak Grand Final diikuti 10 peserta terpilih. Mereka adalah Catering Lila dari Desa Kedung Dalem Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo dengan menyajikan menu Bothok Mutiara Bentar, Rumah Makan Palem Sewu Jalan Raya Wilangan Madiun KM.10 Kabupaten Nganjuk dengan menu khas Kuthuk Bakar Kuah, LD Catering Jalan KH Agus Salim Kabupaten Jombang yang menampilkan menu khas Lele Tunu, Hotel Metropole Jalan PB Sudirman 93 Kota Wisata Batu dengan menyajikan menu khas Nasi Bakar Empok Ikan Tengiri, Hotel Insumo Palace Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri yang menyajikan Tiwul Kaplok, Hotel Tugu Jalan Tugu Kota Malang dengan tampilan menu khas Sate Ikan Patin Bakar Madu Hitam, Rumah Makan Pangestune Jalan Raya Tuban-Semarang Kabupaten Tuban dengan menu khas andalan Cumi-Cumi Hitam Manis, Catering Anugerah Jalan Delima 36 Kabupaten Sampang yang mengetengahkan menu khas Batok Kelapa Sari Laut, Warung Ikan Bakar Daoen Repoeblik Telo desa Perelegi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Probolinggo dengan menu khas Mie Telo Ungu, Jambu Dua Catering Jalan Jambu 2B Kepolo Rejo Kabupaten Magetan yang menyuguhkan makanan khas Krengci atau Krengsengan Kelinci.

Dari ke-10 peserta grand final tersebut terpilih beberapa pemenang kategori jenis makanan khas dan stand sebagai penyaji terbaik. Untuk produk makanan khas daerah, pemenangnya adalah Kabupaten Probolinggo sebagai Juara 1, Kabupaten Magetan meraih juara 2, Kabupaten Nganjuk juara 3, Kota Malang meraih Juara Harapan 1 serta Kabupaten Jombang sebagai Juara Harapan 2. Sedangkan katogori stand sebagai penyaji terbaik yaitu Kabupaten Nganjuk sebagai juara 1, Kabupeten Sampang meraih posisi kedua, Kota Wisata Batu menggaet juara 3, serta penyaji terbaik diraih oleh Kabupaten Magetan.
Dengan keberhasilan sebagai stand penyaji ketiga terbaik ini, menurut Dra. Mistin MPd sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu, bisa menjadi bahan guna mengevaluasi serta menumbuhkan ide-ide dari komponen pusat kuliner yang lain untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk makanan khas sebagai andalan di Kota Wisata Batu. Apalagi, Batu sebagai daerah sentra wisata di Jawa Timur menjadi tujuan utama para wisatawan di Jawa Timur dan luar Jatim, menu makanan khas merupakan produk wisata kuliner yang selalu diidamkan dan dicari oleh para wisatawan. “Sekaligus ini menjadi peluang usaha baru di bidang wisata kuliner di Kota Wisata Batu,” katanya.


fanfren.com
