Sebagai upaya keras dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraannya, khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojek di Kota Wisata Batu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu Jatim, melaksanakan pembinaan kepada seluruh Tukang Ojek se Kota Batu pada 20-21 Juli 2011 di Batu Galeria Pasar Pusat oleh-Oleh Jatim (POJA) jalan Diponegoro Kota Wisata Batu. “Keberadaan tukang ojek ini sangat dominan di Kota Wisata Batu, karena disamping sebagai pengantar sekaligus pemandu para wisatawan antar destinasi atau tujuan wisata, profesi ini dapat berperan sebagai media penunjang peningkatan perekonomiannya serta mengembangkan Kota Wisata Batu sebagai sentra daerah tujuan wisata di Jawa Timur,” tandas Dra. Mistin MPd, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu.
Acara yang baru pertama dihelat di Kota Wisata Batu ini diikuti oleh 50 peserta para tukang ojek yang mewakili 3 kecamatan di Kota Batu yaitu dari Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo. Kegiatan pembinaan dan pemberdayaan tukang ojek ini terbagi dalam 2 program dalam 2 hari. Di hari pertama, diselenggarakan pemberian materi dan dialog interaktif pada semua peserta dalam hal transportasi ojek di bidang wisata, kemudian hari kedua adalah observasi lapangan yaitu pengenalan beberapa obyek wisata besar di Kota Wisata Batu kepada para peserta. Hal ini, lanjut Mistin, dimaksudkan agar para tukang ojek dapat memanfaatkan berbagai kunjungan para wisatawan ke Kota Wisata Batu yang tentunya akan meningkatkan kesejahteraan mereka. Ojek inilah yang dinamakan Ojek Wisata (Owis). “Untuk itu, kami mengharapkan kepada masyarakat yang berprofesi ojek, dapat memberdayakan diri sebagai pengantar setia antar destinasi wisata di Kota Wisata Batu dimana kian hari kian meningkat para wisatawan yang datang,” katanya. Dan agar lebih teratur serta memudahkan dalam pengembangannya, para ojek wisata ini membentuk organisasi resmi, sehingga pada suatu saat pemerintah dapat memberikan berbagai fasilitas pendanaan, hibah dan kemudahan lainnya demi kesejahteraan mereka. Dijelaskan, organisasi resmi ini mempunyai berbagai perangkat administrasi yang diperlukan, seperti mempunyai nama, sekretariat, beranggotakan jelas lengkap dengan Kartu Anggota (KTA), memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta ada kepengurusan Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan sebagainya. Bahkan, organisasi ojek wisata ini berakta notaris dan berbadan hukum.
Acara pembinaan dan pemberdayaan ojek wisata yang dilaksanakan oleh Bidang Sumberdaya Manusia (SDM) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu ini pada hari pertama, menampilkan beberapa nara sumber yaitu Drs. Hidayat Murtadlo SM, Msi, Kadinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Kota Batu, Uddy Saifudin (PHRI Kota Batu), Rakhmat Hardiyanto ST (POJA), serta Titik S. Ariyanto SE (Jatim Park). Sedangkan, materi yang disampaikan adalah seputar transportasi ojek, regulasi lantas, kepribadian, kebijakan pemerintah, pengenalan obyek wisata di Kota Wisata Batu, serta Dunia Perhotelan sebagai komponen penting dalam berwisata. Menurut Mistin, ojek wisata merupakan pengantar resmi para wisatawan dalam menikmati obyek wisata di Kota Wisata Batu. Maka itu, sebagai modal dasar pengembangan Ojek wisata demi peningkatan kesejahteraannya, para peserta kegiatan ini diberi bekal berbagai ilmu pengetahuan wisata dan regulasi hukum, serta berbagai kebijakan pemerintah. Materi inilah nantinya yang akan mampu meningkatkan kemampuan para profesi tukang ojek wisata untuk berdaya di daerahnya, demi peningkatan kesejahteraannya.
Dalam kegiatan pembinaan dan pemberdayaan ojek wisata ini juga diresmikan berdirinya organisasi Ojek Wisata (Owis) Kota Wisata Batu pada 20 juli 2011 oleh Kadinas Pariwisata Kota Wisata Batu, Dra. Mistin MPd. Dari dinas, para peserta kegiatan dan anggota Owis ini diberi fasilitas Jaket Berwarna Biru yang bertuliskan di Punggung Owis Kota Wisata Batu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu.Dengan terbentuknya Owis inilah, di Kota Wisata Batu kini terdapat 2 macam profesi tukang ojek. Pertama, para ojek yang dibina oleh Polres dan Dinas Perhubungan, memakai jaket berwarna oranye. Ojek ini berpangkalan di pasar-pasar atau tempat umum. Kedua, Ojek yang memakai jaket Biru yang dibina oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu. Ojek inilah dinamakan Ojek Wisata (Owis).

