Tuhan telah menegur kita dengan sopan, lewat angin kencang yang menerjang. Tuhan telah mengingatkan kita dengan sabar, lewat bencana yang berkepanjangan. Tanah longsor dan banjir datang, mewakili panggilan jeritan alam, tidakkah kau sadar, akan titipan Tuhan yang demikian besar. Marilah kawan kita bersama, menanam pohon dari sekarang, marilah kawan kita berusaha, menjaga alam tuk anak cucu kita. Hijau dan Terus Menghijau Jalan Terus.
Sebuah sajak yang dibaca oleh Dyah Saibah, siswa kelas V SDN Tlekung 01 Batu yang juara puisi se Junrejo Batu, membuka mata dan semua panca indra kita untuk perduli dengan alam. Ketika itu acara penghijauan yang bertajuk Aku Cinta Lingkungan Siswa itu suka kelestarian alam (ACIL SISKA) pada selasa 31 januari 2012 dilaksanakan di bumi alam pekarangan sekolah terindah dan termewah di Kota Batu itu.

Kegiatan ACIL SISKA merupakan kali pertama dan menjadi barometer dalam pendidikan kelestarian alam di SDN Tlekung 01 Batu. Menurut Mariatul Kiptiyah SPd, Kepala Sekolahnya, kegiatan ini bertujuan, pertama untuk mengimplementasikan Pendidikan Lingkungan Hidup yang telah menjadi pelajaran mutan lokal. Kedua, pembentukan karakter bangsa melalui kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dimana hal ini akan menjadi pondasi dasar dalam pembangunan bangsa ke depan karena dengan memelihara alam otomatis akan melestarikan kehidupan berbangsa dan bernegara demi anak cucu serta menyelamatkan umat manusia. Ketiga, melalui kegiatan penghijauan ini, alam perkebunan yang ditanami dapat berfungsi sebagai laboratorium yang berisi berbagai tanaman tegak, hutan, hias dan sebagainya dimana di lab tersebut dapat dimanfaatkan siswa sebagai proses pembelajaran tentang PLH dan IPA.
Aktivitas Acil Siska ini bekerja sama dengan lembaga non govermen yaitu Yayasan Pengembangan Usaha Strategis dan Advokasi Kelestarian Lingkungan (Pusaka), Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan dan Kelompok Masyarakat Pecinta Lingkungan. Diikuti oleh semua siswa, guru-guru dan anggota komite sekolah, serta dihadiri Kepala UPTD Junrejo B Junaedi, Penilik PAUD Drs. Budi Santoso, serta wakil dari lembaga-lembaga non govermen tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bambang Parianom dari Yayasan Pusaka, menyebutkan upaya kegiatan Acil Siska di SDN Tlekung 01 dapat menjadi percontohan bagi pengembangan kegiatan peduli lingkungan di sekolah lain maupun di kalangan masyarakat. Sehingga, penanaman kesadaran setiap orang untuk membangun kelestarian lingkungan ini diterapkan sejak dini, mulai anak di pendidikan dasar. Bahkan, akan menjadi lebih efektif dan berkembang ketika diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan praktek seperti Acil Siska, atau pembuatan tugas untuk siswa agar menanam pohon di wilayah rumahnya masing-masing.
Bambang juga menggambarkan bahwa Kota Batu merupakan kawasan hulu air melalui sungai brantas yang mengaliri hampir separuh wilayah di Jawa Timur. Sehingga pengembalian alam ke fungsinya harus terus dijalankan, apalagi di Kota Batu sudah banyak lahan yang mengalami kerusakan atau kritis. Karena itu, kegiatan pelestarian alam harus terus ditingkatkan dan diprogramkan secara berkesinambungan. Program-program tersebut adalah konservasi hutan lahan dan sumber air, pengembangan pertanian yang ramah lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sinergis dengan penguatan konservai, kajian budaya dalam rangka reaktualisasi kearifan lokal.


Berbagai Jenis Bibit Ditanam
Dalam penghijauan Acil Siska itu beberapa bibit pohon yang ditanam di areal lebih 2000 meter tersebut meliputi tanaman saga, mundu, kenari, bambu jakarta/hias, salam, manggis, kayu hitam, bulu (yang melindungi air), ketepeng, juwet, jabon dan makadamia (buah langka peninggalan jaman belanda). Para siswa begitu rajin dan setia menanam bibit pohon-pohon yang telah disediakan Yayasan Pusaka tersebut di pekarangan belakang dan samping sekolah yang merupakan areal lereng pegunungan di kawasan Gangsiran Putuk Desa Tlekung Kota Batu. Kesetiaan itu ditunjukkan dengan masing-masing membawa sabit dan 2 belahan bambu untuk menopang laju pertumbuhan pohon tersebut tanpa terkecuali. Tak ketinggalan, sebagai hasil karya individu, pohon yang sudah ditanam dan ditali dengan belahan bambu itu diberi kertas berbalut plastik yang tertera namanya. Begitu mengesankan akan sebuah tindakan yang patut diikuti oleh siapa saja.
Acil Siska dimulai pukul 8 pagi hingga 11 siang. Diawali dengan upacara apel bersama, dilanjutkan aksi penanaman oleh Kasek Mariatul Kiptiyah SPd, Kepala UPTD Junrejo B Junaedi, Ketua Yayasan Pusaka di halaman SDN Tlekung 01. Sekolah ini mempunyai potensi untuk menjadi proyek percontohan pendidikan lingkungan yang baik di Kota Batu, sehingga suatu saat nanti akan diikutkan Lomba Adiwiyata yang diharapkan mampu mewakili Kota Batu dan Jawa Timur di level Nasional. “Bahkan, lebih mengembang lagi, tak hanya diprogramkan untuk menjadi sekolah adiwiyata, tapi SDN Tlekung 01 ini akan diupayakan dan diprogram menjadi kawasan wisata edukasi,” tukas Mariatul Kiptiyah, yang berupaya keras untuk memanfaatkan keindahan bangunan serta alam yang luas nan asri di kawasan pegunungan untuk menjadi Daerah Tujuan Wisata di Kota Wisata Batu. Maka itu di sanalah para wisatawan akan puas menikmati kemolekan alam yang menghijau serta kreativitas siswa-siswa yang mengedepankan kelestarian lingkungan. Green Green Goahead.

