
Meski pagelarannya tak se kaliber teater koma atau Bagong Kusudiharjo, Rendra dan seterusnya di Taman Ismail Marzuki atau TMII, perhelatan akbar seni teater dari beberapa negara di Amphi Teater Gedung Kesenian Jalan Oro-Oro Ombo Batu, cukup membanggakan dan mengorbitkan Kota Wisata Batu sebagai ikon kota yang apresiatif terhadap perkembangan seni di Jawa Timur dan Indonesia. The Small Beatiful City of Tourism, begitu kesan yang menyeruak dalam sanubari para peserta festival dan bagi masyarakat sebagai penikmat seni. Adalah Rundown In The Arts Island Festival, titelnya. Digebrak oleh para seniman teater Internasional di berbagai tempat di Indonesia pada 12 – 20 juli 2011. Dan di Amphi Teater Gedung Kesenian Kota Wisata Batu menjadi arena closing festival pada 20 Juli 2011.
In The Art Island Festival ini merupakan atraksi teatrikal yang dipersembahkan para peserta artis teater dari mancanegara seperti Australia, Malaysia, Thailand, Jepang dan Indonesia. Digelar secara bergantian di malam hari, diantaranya, di Studio Suklu di Banjar Lepang Klungkung Bali pada 12 juli, tepatnya di Djagad Arts House, Bali. Digelar di Candi Penataran Blitar East Java pada 15 juli oleh Dewan Kesenian Blitar & Apex, lantas bertempat di Candi Tegowangi Kediri East Java pada 17 juli oleh Disbudpora Pemkab Kediri, di Punden Mbah Ageng Pujon Malang pada 19 juli oleh Masyarakat Penggiat Budaya Malang, serta di Gedung Kesenian Kota Wisata Batu pada 20 juli yang disupport oleh Bantengan Nuswantara dan Pemerintah Kota Batu. Beberapa artis mancanegara sebagai peserta, turut berpartisipasi dalam In The Arts Island Festival ini. Mereka adalah Tony Yap, Revalti Ilanko, Ida Lawrewnce dari Australia, Yumi Umiumare dari Jepang, Kuan Nam dari Malaysia, Ronnarang Khampa dari Thailand, Nyoman Sura, Darmawan Dadijono dan Agung Gunawan dari Indonesia.

Pagelaran ini sangat memukau penonton yang mayoritas para pecinta seni dan masyarakat umum dari Kota Wisata Batu. Begitu apresiatif dan berdecak kagum menikmati atraksi seni teater yang tanpa dialog di panggung. Meski mayoritas masyarakat kurang mengerti arti sesungguhnya terhadap penampilan karya para peserta festival, namun penonton diam terpaku dan memberikan tepuk tangan meriah seusai mereka tampil. “Ini merupakan inovasi karya seni kreatif yang ditampilkan baru pertama kali ini di Kota Wisata Batu,” tukas Dewanti Rumpoko, Ketua Penggerak PKK Kota Wisata Batu yang secara resmi menutup perhelatan akbar Rundown In The Arts Island Festival ini. Meski awal, katanya, tidak mengerti maksud yang disampaikan dalam penampilan mereka di panggung namun saya merasa senang bisa melihat visualisasi karya Teater Internasional ini. Sangat profesional karena atraksinya dilakukan secara sungguh-sungguh, dan itu merupakan apresiasi yang disampaikan dari jiwa mereka, dengan halus, peka serta mempunyai rasa empati yang besar yang menandakan rasa gotong royong yang besar ditunjukkan dalam teatrikal ini. “Dan ini dipersembahkan untuk masyarakat Kota Wisata Batu,” ujarnya berterima kasih dan disambut tepuk tangan menggema oleh seluruh penonton di Amphi Teater itu. Menurut Dewanti, sungguh sebuah penghargaan yang sangat besar melalui acara ini Kota Wisata Batu bisa dikenal di dunia internasional. Bahkan, para peserta ini akan apresiatif bercerita bahwa terdapat sebuah kota kecil di Jawa Timur Indonesia yang sangat indah serta masyarakatnya sangat apresiatif terhadap perkembangan seni modern maupun tradisional yakni Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Oleh karena itu, dia berpesan kepada semua masyarakat terutama komunitas penggiat seni di Kota Wisata Batu dapat memanfaatkan Gedung Kesenian ini secara berkesinambungan demi perkembangan seni itu sendiri maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. “Mari kita ciptakan pagelaran-pegelaran seni semacam ini, juga penampilan seni tradisional kita guna makin mengembangkan Kota Batu sebagai Kota Wisata yang sangat kita banggakan bersama,” tuturnya berpesan agar pagelaran seni di Gedung Kesenian ini dapat dilaksanakan setiap pekan bahkan setiap hari.


Kadinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu, Dra. Mistin MPd, sebagai otorita yang membangun dan pengelola Gedung Kesenian juga berharap kepada semua masyarakat, khususnya pelaku seni, dapat memanfaatkan gedung megah ini untuk menampilkan berbagai karya seni. Bahkan, Kota Wisata Batu sangat terkenal akan kekayaan budayanya seperti Tari Topeng, Tari Sembromo, Tari Pring Orik, Jaranan, Reog, Pencak Silat dan sebagainya. “Hal ini sangat menunjang bagi perkembangan Kota Batu sebagai sentra wisata, serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalu penjualan di berbagai acara seni tersebut,” katanya. Mengamati berbagai atraksi teatrikal yang samar dan hanya penuh gerakan di malam itu, para penonton dan masyarakat di Gedung kesenian menjadi bertanya-tanya. Apa yang mereka maksudkan dengan hanya gerakan dan badan berlumuran bedak putih dan bertelanjang badan yang hanya dililit gumpalan kain putih menutupi bagian selakangan itu. Atau para seniman di panggung bergerak perlahan seperti tidur, lalu bangun dan seperti menari balet sambil berekspresi layaknya kesedihan dan protes seseorang kepada sang penguasa yang semena-mena dan menggeliat membentuk gugusan keindahan seperti patung. Itulah seni.
Acara pada closing festival di Gedung Kesenian itu juga menampilkan Bantengan Monel yang diperagakan oleh Cak Wandi dan kawan-kawan, Bantengan Empu Supo yang dihelat oleh Cak Kacung Songgoriti, serta Tari Topeng (Mask Dance) yang dipersembahkan oleh Cak Jopo bersama kelompoknya yang terdiri dari para penari profesional yang cantik dari Kota Wisata Batu. Paling tidak, apreasiasi seni dan karya seni begitu menguat di Kota Wisata Batu, seiring makin melubernya wisatawan yang berkunjung di daerah sentra wisata di Jawa Timur ini. Dan kota ini dipilih sebagai tempat menampilkan karya spektakuler Teatrikal Internasional dalam Rundown In The Art Islands Festival 2011 ini. Adalah refleksi sebuah impian yang nyata akan apresiasi terhadap karya seni di Kota Wisata Batu, Jatim. Dan makin berjayalah Kota Wisata Batu sebagai gudang aktivitas seni dari para seniman di Jawa Timur, Indonesia.

