
Kota Wisata Batu merupakan daerah tujuan wisata terkemuka di Jawa Timur dan pertumbuhan ekonominya peringkat 4 menasional, bahkan tengah mengorbit di tingkat regional Asean seperti Thailand, Singapura dan seterusnya. “Adalah sebuah kehormatan Lippo Group dapat menjalankan Batu Town Square ini demi peningkatan pergerakan ekonomi menuju Kota Batu yang makin cemerlang di masa mendatang,” kata Theo L. Sambuaga, Presiden Lippo Karawaci sebagai pengelola Batu Town Square (Batos) dalam acara Topping Off (Pengenalan) Ceremony Batos pada 27 Juli 2011 di Area Atap tertinggi lantai 4 Batos, Kota Batu Jatim.
Menurut Theo, kegiatan ini sebagai komitmen dan bentuk rasa tanggung jawab kepada masyarakat untuk melayani dengan menghadirkan pusat perbelanjaan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pergerakan ekonomi di Kota Wisata Batu ini. Sehingga, geliat ekonomi yang ditopang keseriusan dan kecepatan dalam membangun Batos ini akan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat secara dinamis.
Mantan Memperindag di Era Presiden Gus Dur ini juga menekankan bahwa peran serta Lippo Karawaci dalam berinvestasi di Kota Batu bertekad terus meningkatkan di masa akan datang. “Namun program ini harus juga kami selaraskan dan sesuaikan program Pemerintah Kota Batu yang berupaya keras dalam meningkatkan pelayanan fasilitas sosial dan fasilitas ekonomi demi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kota Batu serta para stake holder di Kota Batu ini,” tutur Theo.
Lippo Group melalui anak perusahaannya Lippo Karawaci dan PT Matahari Putra Prima telah bertekad berinvestasi di Kota Wisata Batu karena kota kecil nan indah ini telah memenuhi berbagai kategori iklim investasi. Diantaranya, Batu menjadi pusat tujuan para wisatawan nomor satu di Jawa Timur dimana setiap harinya makin meningkat, bahkan mencapai diatas 3 juta per tahun. Seringnya rapat-rapat dan konferensi dari berbagai instansi secara regional dan nasional dilaksanakan di Kota Batu. Disamping itu, menurut laporan Bappenas tahun 2011 bahwa Kota Wisata Batu sangat tajam dalam peningkatan pertumbuhan ekonominya hingga mencapai level keempat tercepat secara nasional.
Walikota Batu Eddy Rumpoko, menegaskan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Batu mencapai 7 persen tahun 2011. Pertumbuhan itu tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang signifikan, serta menyerap tenaga kerja yang dapat mengurangi pengangguran. Bahkan, makin banyaknya fasilitas hotel dan restotan yang bermunculkan yang membutuhkan banyak tenaga kerja telah berimplikasi makin berkurangnya para Tenaga Kerja di Kota Batu karena mayoritas dari mereka telah terserap di berbagai perusahaan seperti Jatim Park, Museum Satwa, BNS, Selekta, Hotel Agrowisata dan sebagainya. “Sehingga Investasi seperti Batos ini sangat berdampak positif bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Batu,” tukas Eddy yang menambahkan bahwa paling penting, kehadiran pusat perbelanjaan seperti Batos ini akan dapat menumbuhkan kepercayaan para investor lain dalam berinvestasi di Kota Wisata Batu sehingga di masa depan Kota Wisata Batu akan menjadi sebuah Kota Mandiri.

Oleh karena itu, Eddy berharap kepada para investor untuk berinvestasi di Kota Wisata Batu karena masih banyak fasilitas dan area yang belum terbangun, seperti nyamannya area perhunian yang indah dengan panorama alami pegunungan, tempat wisata, perhotelan misalnya Hotel Resort Jambuluwuk atau Kehadiran Hotel Singosari dan sebagainya. Batos dibangun diatas lahan lebih dari 5 hektar di perempatan Jalan Diponegoro Kota Batu. Disamping fasilitas gedung pusat belanjaan berlantai 5, juga disampingnya tengah dibangun “Wonderland” sebuah kawasan hunian berlevel super eksekutif laksana Villa-Villa istimewa di Kota Wisata Batu. Pusat Perbelanjaan ini juga akan menghadirkan Matahari Departmen Store dan Hypermarket sebagai pusat retail modern yang mampu melayani masyarakat secara efektif dan efisien dalam satu tempat.
Dibangun sejak awal maret 2011 dan direncanakan selesai total pada maret 2012, Batos kini tengah selesai hampir 70 persen, bahkan pada november 2011 akan dilakukan Soft opening. “Kami merasa optimis dan makin confident untuk menyelesaikan pembangunan Batos ini, mengingat suasana iklim ekonomi yang makin kondusif dan Kota Batu semakin populer di Jawa Timur dan secara Nasional,” ujar Agus Riyadi, Presiden Direktur PT Sukses Indah Kencana sebagai investor utama Batu Town Square.
Acara ini juga ditandai penanaman paku emas oleh Walikota, Ketua DPRD Suliyadi, Topping Off Ceremony Batu Town Square ini dihadiri Walikota Batu sekaligus yang memotong tumpeng menandai peresmian pembangunan, Theo L Sambuaga Presdir Lippo Karawaci, Agus Riyadi Presdir PT Sukses Indah Kencana, Kajari, Kapolres, Para Kepala SKPD di lingkungan Pemkot Batu, para undangan lain, para wartawan media cetak maupun elektronik.
Secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu, Dra.Mistin MPd, mengungkapkan bahwa kehadiran Batu Town Square ini akan membawa dampak yang sangat besar bagi pertumbuhan iklim wisata di Kota Wisata Batu. Karena akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan berbelanja di Kota Batu, sehingga hal ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kerjasama sebagai pemasok barang-barang kerajinan, souvenir serta oleh-oleh dari produk masyarakat Batu sendiri untuk para wisatawan dari luar Kota atau Luar Negeri. Dan disitu otomatis Kota Wisata Batu sebagai pusat wisata di Jatim akan melejit dan mengorbit secara nasional, bahkan di kalangan wisatawan mancanegara.

