

Organisasi Ojek Wisata (Owis) Kota Wisata Batu bersatu dan bertekad menjadi motivator utama dalam pengembangan Kota Wisata Batu sebagai sentra wisata Jatim maupun demi peningkatan kesejahteraan ekonomi para anggota dan masyarakat. Semangat itu ditandai dengan dilakukakannya observasi lapangan ke daerah tujuan wisata sebagai materi informasi utama bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu. Demikian maksud dan tujuan dari langkah awal Paguyuban Ojek Wisata melakukan pengamatan lapangan ke Obyek Wisata terkenal di Kota Wisata Batu, seperti Selecta, Jatim Park 2 dan Jatim Park 1, pada kamis 21 juli 2011. Kegiatan ini digagas dan difasilitasi oleh Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu, diikuti oleh 60 peserta sebagai anggota Owis dari seluruh Kota Wisata Batu.
Kegiatan observasi lapangan (OL) ini merupakan rentetan pelaksanaan program kegiatan Bidang SDM Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selama 2 hari yaitu pada 20-21 juli 2011. Rangkaian kegiatan itu terangkum dalam Program Pembinaan dan Pemberdayaan Ojek Wisata Guna Menunjang Kota Batu sebagai daerah tujuan wisata selama 2 hari oleh Dinas. “Semua keperluan Owis kita fasilitasi, hingga mereka berdiri dan mampu berdikari demi peningkatan ekonominya maupun demi pegembangan Kota Wisata Batu ke depan,” kata Dra. Mistin MPd, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu.
Pengamatan Lapangan ini diberangkatkan dari Markas Pusat Oleh-Oleh Jatim (POJA) Jalan Diponegoro pukul 09.00 Wib. Dengan dikawal oleh Mobil Polisi, ke-60 para anggota Owis yang berseragam khusus jaket Biru dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan itu berjajar rapi dua lajur meluncur melewati jalan Diponegoro, Alun-Alun ke barat dan belok ke utara lewat Jalan Raya Selekta hingga ke Obyek Wisata Selecta yang populer dan alami di Kota Wisata Batu. Di selecta rombongan disambut oleh manajemen Selecta dan diterangkan berbagai materi tentang fasilitas rekreasi, pelayanan manajeman hingga jalinan kerjasama yang saling menguntungkan antara Obyek Wisata Selekta dengan Owis dalam proses perjalanannya. “Selekta adalah milik masyarakat khususnya di Kota Wisata Batu, sehingga kami sangat mendukung program Owis dalam melayani para wisatawan untuk berkunjung ke Selekta ini. Dan tentu saja, nanti otomatis Bapak-bapak dari Paguyuban Ojek Wisata ini dapat pula menikmati keuntungan tambahan dari mengantar para tamu-tamu wisatawan tersebut,” ucap Sujud Hariadi SE, Direktur Selekta yang menambahkan persoalan fee ataupun insentif lain bagi anggota Owis yang mengantar para wisatawan ke Selekta dapat dilaksanakan MoU atau Nota Kesepakatan antara kedua belah pihak.


Seusai dialog dan pengenalan berbagai fasilitas di Taman rekreasi Selekta, para anggota Owis pada pukul 10.00 Wib, berangkat menuju ke Museum Satwa Jatim Park 2 di Desa Oro-Oro Ombo Batu. Di sana rombongan Owis bersama jajaran Kabid, staf dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, diterima oleh Kurnia Hapsari SE, Marketing Department Jatim Park 2. Menurut Kurnia, Jatim Park 2 Museum Satwa ini sangat apresiatif terhadap Owis ini sehingga mengharap agar kerjasama ini terus berkelanjutan. Paling tidak, keberadaan Museum Satwa ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya para anggota Owis di Kota Wisata Batu. Dia juga akan memberikan fasilitas kemudahan bagi Owis apabila membawa para tamu untuk mengunjungi Museum Satwa. Namun yang paling penting, kerjasama ini dapat berdampak positif bagi pengembangan Kota Wisata Batu maupun peningkatan kesejahteraan para anggota Owis.
Tepat pukul 12.00 Wib, perjalanan Owis dilanjutkan ke Obyek Wisata Spektakuler Jatim Park 1 di Jalan Sultan Agung Batu. Rombongan Owis ini melaksanakan pengamatan secara rinci berbagai fasilitas dan permainan yang berada di Obyek Wisata Jatim Park 1 ini. Seusai makan siang dan dialog di ruang pertemuan Jatim Park 1, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Kasi Peran Serta Masyarakat Bidang SDM, Drs. Daud Malino, menegaskan bahwa program pembinaan dan pemberdayaan Owis ini tak hanya berhenti sampai di sini. Pengetahuan menyeluruh tentang obyek wisata yang dialami ini dapat menjadi modal dasar para anggota Owis untuk menawarkan sarana transportasi ojek dan program wisata kepada pata tamu wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu.
“Banyak macam cara dalam menawarkan program owis ini, seperti di tengah-tengah kemacetan di sepanjang jalan dari Malang menuju ke Kota Wisata Batu dengan ditawari untuk berkunjung ke daerah-daerah wisata menarik yang diinginkan melalui jalur alternatif yang tanpa macet. Disana para anggota Owis dapat bekerja sesuai program dan tarif yang seragam yang dibuat serta disepakati oleh para anggota,” papar Daud.
Paguyuban Owis ini berdiri secara resmi pada 20 Juli 2011, ditandai oleh pernyataan Kadinas Pariwisata dan Kebudayaan Dra. Mistin MPd, dalam paparannya di acara pembukaan Pembinaan dan Pemberdayaan Ojek Wisata Guna Menunjang Kota Batu sebagai Sentra Wisata pada 20 juli 2011 di Restoran POJA Batu Galeria Jalan Diponegoro Batu. Ditambahkan Mistin, untuk menjadi organisasi yang teratur, Owis harus memenuhi syarat seperti layaknya organisasi masa yang profesional. Yakni mempunyai kepengurusan, sekretaris, bendahara, serta anggota yang jelas, bahkan harus mempunyai kelengkapan aturan atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan berbadan hukum dengan Akta Notarisnya. “Hal ini akan sangat memudahkan Pemkot melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam membina dan memfasilitasi demi pengembangan owis serta dapat meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” tukasnya menambahkan apabila terdapat fasilitas bantuan pemerintah seperti dana hibah, peralatan dan sebagainya dapat disalurkan kepada Owis ini.
Dalam kegiatan pembinaan dan pemberdayaan Owis, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu, selain memberikan materi melalui beberapa nara sumber yang berkompeten tentang Kepariwisataan, Transportasi dan Manajemen Perekonomian, juga diberikan fasilitas seragam, akomodasi dan transport. Paling tidak, ini mampu menggairahkan semangat para anggota masyarakat melalui owis ini untuk meningkatkan kinerja dan memanfaatkan peluang makin meningkatnya kunjungan para wisatawan ke Kota Wisata Batu. Dan akhirnya melalui kegiatan awal ini dapat menyinari kepekatan ekonomi yang selalu membelit mereka setiap hari. “Dengan demikian, masyarakat di Kota Wisata Batu tidak hanya menjadi penonton kemacetan saja namun juga sebagai pelaku usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” pungkas Mistin.

