Kamis
16 Feb 2012
jam 22:12
Manis Indah Bergizi. Sebuah tradisi kreatif menyeruak di kalangan petani apel hingga menjadi potensi eksklusif dari Kota Wisata Batu, Jatim. Tak sekedar apel sebagai buah segar, namun merangsek menjadi sebuah produk wisata, oleh-oleh hingga menumbuhkan kesejahteraan petaninya di era globalisasi ini.Adalah idola dari segala jenis buah, Apel tak kunjung surut penikmatnya. Segala usia sangat mendambakannya, karena buah ini tak berimplikasi pada gangguan kesehatan, sebaliknya apel mengandung gizi tinggi untuk kesehatan tubuh manusia dan makhlik hidup lain. Bahkan kian menjamurnya produk apel merah impor, produk pertanian favorit Kota Batu ini, walau sempat surut dan tersudut di pasaran, kini melangit kembali lantaran mengembang sebagai sebuah produk wisata dan produk olahan unggulan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan, serta memberdayakan para petani meski harga jualnya sebagai buah menurun. Apel tetap populer dan sangat menguntungkan secara ekonomi.Sebuah tradisi para petani Kota Batu sejak era kolonial bahwa Apel dijadikan tumpuhan kegiatan ekonomi masyarakat karena keunggulan apel di semua dimensi ketimbang buah lain. Maka itu, tak hanya pembeli yang berbondong-bondong berebut menggaetnya, namun para tengkulak pun turut meraup keuntungan segedenya. Sehingga, sejalan perkembangan kehidupan modern dan globalisasi pasar, peran para pebisnis apel itu berefek pada kemerosotan ekonomi para petani akibat jatuhnya harga apel. Berlama-lama itu menimpa para petani Batu, maka inovasi ditumbuhkan oleh Pemerintah Kota dan Pihak Terkait untuk memberdayakan para petani apel. Di situlah, marak produk Wisata Petik Apel dan Makanan khas Olahan dari Apel sebagai Oleh-oleh bagi wisatawan seperti Kripik Apel, Jenang Apel, Minuman Sari Apel serta Sambel Apel.Menggapai pioner kini, buah Apel Batu dalam perjalannya pernah mengalami “Tragedi”. Karena harga tersungkur lantaran apel impor, juga kurangnya perhatian para petani dan pemerintah dalam upaya peningkatan mutu buah apel, disamping maraknya penggunaan unsur pestisida atau obat kimia anorganik yang kian merusak komponen kesuburan tanah yang menyebabkan anjloknya kapasitas hasil panen sehingga merosotnya nilai jual di pasaran.Begitu banyak persoalan yang membelit perkembangan buah apel ini, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas terkait, berupaya mengatasinya dengan berbagai program seperti pemberdayaan petani melalui go organik, pemanfaatan buah apel kualitas dua dan tiga yang kurang diminati pembeli buah segar. Intinya, Pemkot sangat mendorong dan memfasilitasi masyarakat untuk menciptakan produk olahan apel kw1 dan kw2, serta meningkatkan promosi melalui wisata petik apel.
Tagapel, apel batu, kota apel, kota wisata batu, kripik apel, jenang apel, minuman sari apel