Beranda Budaya Masyarakat
Budaya Masyarakat

Budaya Masyarakat

Kreasi Seni Kota Batu Menggebrak TMII

Tagkreasi seni, kota wisata batu, wayang kulit, campur sari, anjungan taman mini indonesia indah, tmii, kota batu

Kirab Budaya Desa Punten

Dalam rangka mengedepankan nilai luhur, moralitas dan mengembangkan adat istiadat masyarakat yang baik, Desa Punten menggelar Kirab Budaya dan Grebeg Tumpeng yang terangkum dalam Budaya Selamatan Desa pada 8-9 Juli 2011. “Berbagai kegiatan ini dimaksudkan untuk menengok dan mengevaluasi diri secara material maupun spiritual dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta lebih bersyukur kepada Yang Maha Kuasa,” tutur Hernanto Sasmiko SH, Kepala Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Wisata Batu. Kirab Budaya ini merupakan sebuah atraksi dan kreativitas budaya dari seluruh masyarakat Desa Punten yang diarak berkeliling menyusuri berbagai jalan di wilayah Desa Punten dan sekitarnya pada 9 Juli 2011. Dan kegiatan ini adalah kalender rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ruwah atau bulan sebelum puasa ramadhan. Sebanyak 38 rombongan peserta dari Desa Punten dan 6 rombongan peserta partisipasi dari daerah lain mengikuti Kirab ini. Rombongan peserta ini masing-masing berasal dari warga masyarakat di setiap rw. Sedangkan, Jenis atraksi dan kreativitas yang ditampilkan dalam Kirab Budaya, meliputi kesenian daerah dan Parade Tumpeng.Kesenian Daerah ini seperti Kuda Lumping, Bantengan, Tarian Santar (Beksan Lantar/Sanduk), Reog, Pencak Silat, Tarian Kreasi Tradisional Pringorik, Fashion bermodifikasi bunga, Berbagai Jenis Tarian Tradisional dan sebagainya. Sedangkan Parade Tumpeng meliputi Jenis Tumpeng Kreasi berukuran besar yang diarak dengan mobil, serta Tumpeng Jabutan yang berkomponen jajan pasar.
Tagkirab budaya, grebeg tumpeng, budaya, adat istiadat, desa punten, bumiaji, kota wisata batu

Selamatan Bersih Desa Punten

Tagdesa punten, kecamatan bumiaji, tradisi, adat-istiadat, selamatan, bersih desa, punden

Perkembangan Budaya Kota Wisata Batu Refleksi Perilaku Masyarakatnya

Perilaku masyarakat Kota Wisata Batu adalah segala tindak-tanduk yang berkembang di kehidupan masyarakat Kota Wisata Batu. Perilaku tersebut menyangkut kehidupan sehari-hari, faktor kemampuan anggota masyarakat dalam mengembangkan budaya lokal dan mampu menterjemahkan seni budaya itu dalam kemampuan individu masyarakat. Bahkan perilaku itu merupakan refleksi penguasaan dan penguatan kemampuan berbudaya itu yang nantinya akan menjadi penentu perkembangan budaya pariwisata di daerah tersebut, termasuk penguatan perilaku budaya pariwisata di Kota Wisata Batu. Demikian dipaparkan Prof.Dr.H. Sam Abade Pareno MM, guru besar Universitas Dr Soetomo Surabaya dalam Seminar Kepariwisataan di Gedung Kesenian Kota Wisata Batu beberapa hari lalu.
Tagbudaya, kota wisata batu, pariwisata, indonesia, departemen kebudayaan dan pariwisata, seminar kepariwisataan, gedung kesenian kota batu

Bantengan

Bantengan adalah kesenian tradisional yang menggunakan perilaku banteng sebagai contoh. Bantengan melambangkan semangat keberanian dan kegagahan. Bantengan dimainkan oleh dua orang. Yang di depan memegang kepala dan yang di belakang berperan sebagai bagian belakang dari banteng.
Tagbantengan, kesenian tradisional, banteng, semangat keberanian, kegagahan, seni budaya, jawa timur

Kuda Lumping

Kuda Lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tari Kuda Lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.
Tagkuda lumping, seni tari, tarian, tari kuda lumping
Pemkot BatuKota Wisata BatuVisit Indonesia

Menuju Kota Batu sebagai sentra wisata di Jawa Timur tahun 2012